Senin, 03 Desember 2012



PROPOSAL(METODE RISET)
                         Proposal
BAB 1

1.1  TEMA

PENGARUH KUALITAS PELAYANAN FASILITAS TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN

Konsumen memiliki peluang yang luas untuk mendapatkan produk dengan sederet pilihan sesuai dengan keinginan dan kebutuhannya. Karena itu konsentrasi pemasaran tidak lagi sekedar bagaimana produk itu sampai ke konsumen tetapi lebih focus kepada apakah produk itu telah memenuhi permintaan kepuasan  konsumen. Untuk itu diperlukan strategi inovasi penjualan terus berusaha agar dapat menarik calon konsumen menjadi konsumen yang potensial. Masalah pelayanan sebenarnya bukanlah hal yang sulit atau rumit, tetapi apabila hal ini kurang diperhatikan maka dapat menimbulkan hal-hal yang rawan karena sifatnya yang sangat sensitif. Sistem pelayanan perlu didukung oleh kualitas pelayanan, fasilitas yang memadai dan etika atau tata krama.

1.2           LATAR BELAKANG

Hotel adalah suatu bentuk bangunan, lambang, perusahaan atau badan usaha akomodasi yang menyediakan pelayanan jasa penginapan, penyedia makanan dan minuman serta fasilitas jasa lainnya dimana semua pelayanan itu diperuntukkan bagi masyarakat umum, baik mereka yang bermalam di hotel tersebut ataupun mereka yang hanya menggunakan fasilitas tertentu yang dimiliki hotel itu.Kota Semarang merupakan pusat segala kegiatan aktifitas baik ekonomi, bisnis, perdagangan dan industri dan menjadi miniatur wilayah Jawa Tengah. Kota Semarang dimungkinkan menjadi kota modern sehingga memerlukan fasilitas-fasilitas pendukung yang modern termasuk sarana akomodasinya. Salah satu akomodasi yang dibutuhkan diantaranya adalah sarana penginapan atau hotel. Sektor perhotelan di Semarang masih sangat potensial dikembangkan dan dapat menjadi salah satu sektor bisnis yang sangat menguntungkan. Keberhasilan operasional hotel ditentukan oleh lokasi dimana hotel tersebut ditempatkan. Untuk itu, hotel direncanakan terletak di daerah pusat perdagangan terutama pada jalur-jalur utama kota.

1.3           RUMUSAN MASALAH

Perusahaan jasa berlomba-lomba melakukan berbagai cara untuk dapat menghasilkan produk yang mampu menarik calon konsumen untuk bersedia memakai produk mereka. Persaingan di bidang jasa perhotelan di kota Semarang yang ketat memiliki pengaruh yang besar terhadap penurunan jumlah tamu hotel.Dengan ketatnya persaingan konsumen menjadi semakin memiliki banyak pilihan sehingga harus diterapkan strategi yang tepat untuk tetap menjadi pilihan prioritas dari para konsumen. Fluktuasi jumlah tamu hotel yang memiliki kecenderungan menurun mendorong perusahaan untuk semakin meningkatkan performa perusahaan agar hal-hal yang mempengaruhi penurunan tersebut dapat diidentifikasi untuk kemudian diterapkan sebagai strategi yang tepat untuk dapat mengatasinya.Maka masalah penelitian yang dikembangkan disini adalah “faktor-faktor apa sajakah yang dapat meningkatkan keputusan menginap di Hotel Srondol Indah Semarang ?”. Variabel-variabel yang digunakan antara lain kualitas pelayanan, fasilitas dan lokasi.Dari masalah penelitian tersebut dapat dirumuskan pertanyaan-pertanyaan
penelitian sebagai berikut :
1. Bagaimana pengaruh kualitas layanan terhadap keputusan menginap?
2. Bagaimana pengaruh fasilitas terhadap keputusan menginap?
3. Bagaimana pengaruh lokasi terhadap keputusan menginap?

1.4 TUJUAN MASALAH

Berdasarkan pada latar belakang dan rumusan masalah, maka penelitian ini bertujuan:
1 Untuk menguji dan menganalisis pengaruh kualitas layanan terhadap
    keputusan menginap.
    2.Untuk menguji dan menganalisis pengaruh fasilitas terhadap
Keputusan penginap.
 3.Untuk menguji dan menganalisis pengaruh lokasi terhadap keputusanmenginap.

BAB 2

2.1 TEORI DASAR KEPUASAN KONSUMEN TERHADAP PELAYANAN

Ø Pengertian hotel

Hotel Arinas merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di bidang jasa penginapan di Bandarlampung. Salah satu cara untuk mempertahankan dan menjaga kelangsungan hidup suatu perusahaan adalah dengan meningkatkan atau setidaktidaknya mempertahankan volume penjualan melalui konsumen yang puas dalam melakukan pembelian. Masalah yang dihadapi Hotel Arinas adalah tingkat hunian selama tahun 2000-2004 mengalami penurunan dengan rata-rata 1,68% per tahun. Kondisi ini terjadi diduga karena ketidakpuasan konsumen terhadap kemampuan pelayanan yang diberikan Hotel Arinas. Permasalahan yang diajukan adalah bagaimanakah tingkat kepuasan konsumen terhadap kualitas pelayanan jasa Hotel Arinas Bandarlampung. 

Ø Landasan teori hotel
-convensional hotel
Hotel dapat didefinisikan sebagai sebuah bangunan yang dikelola secara komersial dengan memberikan fasilitas pelayanan sebagai berikut:pelayanan makanan dan minuman , pelayanan kamar , pelayanan barang bawaan , pencucian pakain , dan dapat menggunakan fasilitas perabotan dan menikmati hiasan-hiasan yang ada didalamnya.

-superstores
Perluas dari convensional hotel yang memiliki ruang yang lebih luas dan memiliki bnayak fasilitas.

-super senter
Perluasan dimana fasilitas-fasilitas yang ditawarkan50% makanan dan 50%fasilitas hotel .

Ø Tujuan hotel
-tujuan rencana usaha dan kegiatan pembangunan hotel semakin meningkat dan mengembangkan investasi dalam menunjang pembangunan daerah

-membangun pusat perhotelan distribusi bagi semua konsumen dan pelaku ekonomi untuk melakukan aktivitas .

Ø Fungsi hotel
Hotel merupakan jenis bangunan komersial, selain berfungsi sebagai tempat beristrahat, juga dapat berfungsi sebagai ruang publik. Tidak bisa dipungkiri bahwa banyak kota saat ini kurang optimal dalam menyediakan ruang pub­lik untuk warganya. Meski banyak tersedia lahan terbuka, tetapi umumnya masih belum bisa memenuhi ketentuan sebagai ruang publik. Di ruang publik, warga kota dapat melakukan berbagai aktivitas sosial seperti rekreasi, ber-olah raga, bermain untuk anak-anak dan orang dewasa, bertemu dan berinteraksi satu sama lain dengan nyaman.
Salah satu bangunan komersial yang berfungsi sebagai ru­ang publik adalah hotel. Hotel kini menjadi salah satu solusi untuk menyediakan ruang publik, yang tidak mampu di-akomodasi oleh pemerintah .

Ø Peranan hotel
-  Menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi di daerah sehingga mendatangkan segala keuntungan.
-  Memenuhi dan melayani  masyarakat terhadap fasilitas hotel.
-  Meningkatkan lapangan kerja, sehingga masalah kurangnya lahan pekerjaan dapat diatasi
-  Mendorong peningkatan aktivitas do sektor-sektor ekonomi lainnya, seperti sektor transportasi, restoran, dan sebagainya

2.2              PENELITIAN TERDAHULU
Hotel 1
-           Kualitas pelayanan
-          Kualitas fasilitas

Hotel 2
-          Faktor keragaman fasilitas
-          Factor penempatan lokasi
Hotel 3
-          Harga keputusan
-          Tingkat kepuasan konsumen

2.3           PENGEMBANGAN HIPOTESIS

Hipotesis merupakan jawaban sementara untuk masalah yang diteliti, yang dapat dirumuskan sebagai berikut :
Jadi tingkat kepuasan adalah fungsi dari perbedaan kinerja yang dirasakan dengan harapan. Harapan pelanggan dibentuk oleh pengalaman pembeli terdahulu, komentar teman-teman atau kenalannya, serta janji dan informasi pemasar saingannya. Kalau pemasar menaikan harapan pembeli terlalu tinggi, pembeli mungkin kecewa. Di lain pihak, kalau perusahaan menetapkan pembeli terlalu rendah, tidak cukup orang membeli, walaupun yang membeli akan puas.

BAB 3

3.1           DATA DAN SUMBER

-          Data sekunder
Data sekunder didapatkan secara tidak langsung melalui studi pustaka dimana pengambilan data ini dimaksudkan untuk mendapatkan data-data yang mendukung penulisan ini yang tidak diperoleh dari perusahaan. Melalui hasil penelitian bahwa hotel tidak 100% memberikan pelayanan dan fasilitas yang memuaskan konsumennya, seperti karyawan kurang ramah terhadap konsumen, karyawan kurang peka/tanggap terhadap konsumen, karyawan tidak bekerja secara cekatan, penataan barang juga tidak rapi, dan tempat parkir yang tidak aman dan nyaman

-          Data primer
Data & pengumpulan data : Dalam pengumpulan data untuk kepentingan ini, penulis akan menggunakan teknik Data yang diperoleh dari perusahaan secara langsung dengan cara observasi dan wawancara langsung dengan pelayanan dari hotel tersebut dan penyebaran kuisioner yang diberikan kepada 50 konsumen yang datang menginap

3.2           METODE PENGUMPULAN/VARIABEL

Penulis menggunakan tiga cara pengumpulan data yang dibutuhkan untuk penulisan ini :
a. Observasi yaitu mengadakan secara langsung aktivitas kegiatan perusahaan.
b. Wawancara yaitu dengan cara mendatangkan dan mewawancarai langsung pihak perusahaan yang bersangkutan, yaitu Bpk. Michel selaku MD dihotel.
c. Kuisioner yaitu data yang didapat berdasarkan dari sebaran daftar pertanyaan yang diberikan   kepada 50 responden, yaitu para konsumen yang dating kehotel.

3.3           PENGEMBANGAN INSTRUMEN

penelitian data mempunyai kedudukan yang paling tinggi,karena data merupakanpenggambaran variabel yang diteliti dan berfungsi sebagai alat pembuktian hipotesis.
Ho : Konsumen merasa tidak puas terhadap pelayanan yang diberikan hotel.
Ha : Konsumen merasa puas terhadap pelayanan yang diberikan hotel.
Oleh karenaitu,benar atau tidaknya data sangat menentukan bermutu tidaknya hasil penelitian. Sedangkanbenar tidaknya data ,tergantung baik atau tidaknya instrumen pengumpul data.

3.4           METODE/TAHAP PENELITIAN

1. Metode Pendekatan
2. Jenis Penelitian
3. Lokasi Penelitian
4. Sumber Data
5. Metode Pengumpulan Data
6. Metode Analisa Data

3.5           Model penelitian

a. Penelitian Kepustakaan
b. Penelitian Lapangan Wawancara (interview),
c. Observasi
d. kuisioner

BAB 4

4.1           Dokumentasi

Dokumentasi, dari asal kata dokumen, yang artinya barang-barang tertulis. Penulis mengumpulkan data-data dengan meneliiti data-data yang telah di dokumentasikan oleh pihak supermarket seperti data statistik grafik, dokumen-dokumen penting, peraturan-peraturan, dan lain-lain.


4.2           Hasil pengujian

Masalah – Masalah yang mempengaruhi tingkat kepuasan konsumen terhadap SuperMarket Sekar Nareswari Cibubur berdasarkan analisis dari kelima dimensi, dimensi kehandalan mempunyai X2 hitung = 106,85, dimensi daya tangkap mempunyai X2 hitung = 48,72, dimensi kepastian X2 hitung = 50,64, dimensi perhatian mempunyai X2 hitung 56,88, dan dimensi bukti wujud dengan X2 hitung = 107,32. Dari kelima dimensi tersebut dimensi kehandalan dan dimensi bukti wujud yang sangat berpengaruh dengan kepuasan konsumen, karena dengan hotel dalam menyediakan berbagai macam fasilitas dan serta pelayanan karyawan yang ramah sehingga konsumen merasa dilayani dengan baik, begitu juga dengan keadaan hotel yang rapi dan bersih sehingga konsumen nyaman datang kehotel tersebut.

4.3           Analisis

Jika perusahaan jasa telah memberikan kepuasan pelanggan, maka akan menciptakan pembelian ulang. Memberikan kepuasan kepada pelanggan hanya dapat diperoleh jika perusahaan memperhatikan apa yang dinginkan oleh pelanggannya, sehingga kualitas jasa pelayanan yang dihasilkan ditentukan oleh pelanggan. Persepsi pelanggan terhadap kepuasan merupakan penilaian subyektif dari

BAB 5

5.1           KESIMPULAN

Inti dari semua l yg di atas itu adalah supermarket merupakan sebuah tempat yang menyediakan kebutuhan sehari-hari yang lengkap dan harganya pun terjangkau oleh kalangan masyarakat menengah kebawah dan tingkat kepuasan konsumen nya itu secara umum telah merasa puas dilihat dari tingkat kepuasan konsumen terhadap pelayanan yang diberikan dengan melihat 5 dimensi yaitu dimensi kehandalan, daya tangkap, kepastian, perhatian, dan bukti fisik yang ada. Dengan memiliki tingkat kesesuaian lebih dari 90% (95,18%). Sehingga pelayanan yang diberikan secara umum sesuai dengan harapan konsumen.

5.2           SARAN

Kunci utama akan keberhasilan sebuah perusahaan adalah mampukah perusahaan memberikan pelayanan yang terbaik kepada konsumen, mampukah perusahaan membantu konsumen dengan cepat, sopan santun karyawan, tanggap/peka kepada konsumen.Yang menjadi prioritas utama adalah ketetapan perusahaan untuk cepat tanggap dalam menghadapi masalah yang timbul, pengetahuan, dan keterampilan karyawan karena belum sesuai dengan harapan konsumen.

5.3           REKOMENDASI

Untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh kualitas pelayanan yang terdiri dari dimensi bukti langsung (tangible), keandalan (reability), daya tangkap (responsiveness), jaminan (assurance), dan empati (emphaty) terhadap tingkat kepuasan konsumen pada hotel Untuk mengetahui dimensi kualitas pelayanan apa yang paling berpengaruh terhadap kepuasan konsumen pada hotel tersebut

Tidak ada komentar:

Posting Komentar